Jumat (Sukra Kliwon Pujut) Tanggal 17 Juli 2026
bertempat di Quest San Hotel Denpasar.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali mewakili Gubernur Bali menghadiri, sekaligus memberikan sambutan Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (RAKERKONPROV) APINDO Bali Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Seminar Ketenagakerjaan.
Dalam sambutan Gubernur Bali yang dibacakan oleh Kepala DisnakerESDM Provinsi Bali, Pemerintah Provinsi Bali menyampaikan apresiasi kepada APINDO Bali atas konsistensinya sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal dunia usaha serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Mengangkat tema “Sinergi Pengusaha dan Pekerja: Pondasi Ketenagakerjaan Adaptif untuk Produktivitas Tinggi dan Kesejahteraan Bersama”, disampaikan bahwa hubungan industrial yang harmonis menjadi fondasi utama dalam menghadapi dinamika ekonomi dan tantangan ketenagakerjaan. Sinergi antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah diharapkan mampu menciptakan iklim kerja yang adaptif, produktif, dan berdaya saing.
Pemerintah Provinsi Bali juga menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan tetap menjamin perlindungan hak-hak pekerja melalui penguatan kompetensi tenaga kerja, penerapan regulasi yang adaptif, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan.
Dalam sambutan tersebut turut dipaparkan kondisi ketenagakerjaan Bali berdasarkan data BPS Februari 2026 yang menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Bali tetap rendah sebesar 1,59 persen, serta meningkatnya proporsi pekerja formal sebagai indikator membaiknya kualitas ketenagakerjaan dan stabilitas ekonomi daerah.
Mengakhiri sambutan, mewakili Gubernur Bali, Kepala DisnakerESDM Provinsi Bali secara resmi membuka Rapat Kerja dan Konsultasi Provinsi (RAKERKONPROV) APINDO Bali Tahun 2026, dengan harapan forum ini mampu menghasilkan program kerja dan solusi inovatif untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta kemajuan perekonomian Bali.






